Haus Ducati terjawab dengan stoner juara di Aragon



ARAGON – Musim ini tak jadi dikenang sebagai salah satu musim terburuk di MotoGP bagi Ducati. Di tahun terakhirnya bersama tim Italia itu, Casey Stoner mengakhiri paceklik kemenangan Ducati di 13 balapan musim 2010. Pembalap Australia itu meraih podium juara dengan memenangi MotoGP Aragon, Minggu (19/9) WIB.

Stoner benar-benar mendominasi balapan yang baru pertama kali berlangsung di Sirkuit Aragon Motorland itu. Total, dalam 13 balapan termasuk balapan terakhir musim lalu, juara dunia musim 2007 itu gagal meraih kemenangan. Itu juga berarti tanpa kemenangan pula bagi Ducati.

Kemenangan Stoner sekaligus memupus persaingan antara dua pembalap Spanyol, Jorge Lorenzo (Yamaha) dan Dani Pedrosa (Honda) yang berkoar ingin menjadi yang terbaik di ranah Spanyol. Pada akhirnya, Pedrosa hanya berada di posisi kedua sementara Lorenzo untuk pertama kalinya gagal meraih podium di musim ini setelah hanya berada di posisi keempat.

Stoner memanfaatkan dengan baik pole position pertama yang diraihnya musim ini. Dia sama sekali tak terlewati rival-rivalnya. Sempat bertarung dengan Lorenzo di lap awal, Stoner melesat tak tertandingi hingga finis.

“Sejujurnya, (kemenangan) ini merupakan prestasi besar. Kami mendapatkan balapan yang baik di Qatar, hingga saya melakukan kesalahan dan banyak momen bagus lainnya sepanjang tahun ini yang sia-sia, karena kesalahan pada saya,” tutur Stoner pada Autosport.

Ada setting khusus yang disiapkan oleh Ducati menjelang balapan di Aragon yang karakternya berbukit. Ducati sedikit memodifikasi bekerja keras pada mesin Desmosedici GP10 yang ditunggangi Stoner dan rekan setimnya Nicky Hayden. Kemarin, Hayden meraih posisi ketiga dan menjadi podium pertamanya tahun ini.

“Akhir pekan ini, kami melakukan hal yang benar-benar berbeda. Kami kesulitan untuk mendapatkan setting yang pas dan menempatkannya pada langkah yang tepat. Kami memang mendekati Jorge dan Dani, tapi masih ada jarak 0,2 atau 0,3 detik tiap lap. Nyaris tak mungkin bagi saya untuk mengikis perbedaan itu,” kata Stoner.

Stoner terbnukti tampil tanpa cela di Aragon. Penampilan hebat juga ditunjukkan hayden yang bertarung habis-habisan hingga akhir. Bahkan, dia terlibat pertarungan ketat dengan Lorenzo di lap terakhir. Hayden mengambil alih posisi ketiga dari Lorenzo di lap terakhir itu.

“Balapan tak berlangsung mudah bagi saya dan Jorge. Saya sebenarnya bisa bertahan di posisi itu (posisi keempat), tapi saya harus membuat langkah maju, saya tak mau berada di posisi keempat lagi,” ujar Hayden.

Hayden memperoleh podium terakhir kali di musim 2009, saat MotoGP berlangsung di Indianapolis. Dia menganggap kemajuan tersebut sebagai sinyal positif bagi kiprahnya di akhir musim 2010.

“Menyenangkan berada di sini (podium) dan saya akan coba untuk mendapatkannya beberapa kali lagi sebelum musim berakhir,” tutur Hayden.

Hasil MotoGP Aragon memang belum mengubah puncak klasemen sementara. Lorenzo masih berada di atas, unggul 66 poin dari Pedrosa (284-228). Meski demikian, pedrosa masih terus memberikan tekanan. Apalagi, di tiga balapan terakhir, Lorenzo selalu berada di belakang Pedrosa.

“Awal lomba tak berlangsung baik bagi saya, pada akhirnya saya kesulitan dengan ban. Saya sudah berusaha tapi posisi kedua tak terlalu buruk bagi persaingan. Kini kami bersiap untuk balapan selanjutnya di Motegi (MotoGP Jepang),” beber Pedrosa.

jpnn.com

2 pemikiran pada “Haus Ducati terjawab dengan stoner juara di Aragon

  1. have you ever tried avast antivirus before?

  2. I have heard a lot on this discuss, but it seems to me that your point are the best.I like the post very much.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s